Satgas Edukasi Lemdiklat Polri S2 STIK Terjun Langsung ke Lokasi Karhutla Pontianak
PONTIANAK, Polda Kalbar – Kebakaran lahan gambut di Kota Pontianak kembali menjadi perhatian. Selain sulit dipadamkan, api pada lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda karena dapat menjalar di bawah permukaan tanah, meski bagian atas lahan terlihat sudah tidak terbakar.
Hal tersebut disampaikan Ipda Furqon Saibatin Singajuru, mahasiswa S2 STIK-16 yang tergabung dalam Satgas Edukasi Penyuluhan Karhutla di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Furqon bersama tim Satgas Edukasi terjun langsung ke lokasi karhutla untuk melihat kondisi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Saat berada di lokasi kebakaran, Furqon melihat langsung perubahan kondisi lahan yang terjadi dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, sebelum Salat Jumat, kobaran api masih terlihat berada di satu titik. Namun, setelah kembali ke lokasi bersama Kapolresta Pontianak seusai Salat Jumat, kondisi lahan telah berubah dan area terbakar semakin meluas.
“Tadi kami datang ke sini sebelum Jumatan dan saat itu satu titik api masih cuma satu. Tapi setelah Jumatan kita ke sini bersama Bapak Kapolres, wilayah ini sudah berubah semua jadi abu,” ujar Furqon, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
“Kalau lahan gambut, di atasnya ini sudah kelihatan tidak terbakar, tapi di bawahnya apinya masih hidup,” jelasnya.
Menurut Furqon, kondisi tersebut membuat petugas harus memastikan titik-titik api benar-benar padam. Api yang masih berada di bawah permukaan tanah berpotensi kembali muncul dan menjalar ke area lainnya.
Selain kondisi lahan, faktor angin juga turut memengaruhi cepatnya penyebaran api. Angin yang cukup kencang dapat membuat kobaran api bergerak dari satu titik ke titik lainnya.
“Apalagi kalau didukung sama angin kencang seperti hari ini. Tadi anginnya lumayan kencang, jadi otomatis titik api yang berawal dari satu titik di sana bergeser ke sini,” katanya.
Di tengah upaya pemadaman, Satgas Edukasi Lemdiklat Polri S2 STIK juga menjalankan tugas utamanya dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Edukasi tersebut dinilai penting karena pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.
Furqon mengapresiasi keterlibatan masyarakat serta dukungan berbagai pihak yang bersama-sama turun ke lapangan menangani kebakaran lahan tersebut.
“Kami mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang bersama-sama membantu penanganan karhutla. Sinergi seperti ini sangat penting, baik dalam pemadaman maupun dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Satgas Edukasi Lemdiklat Polri S2 STIK berharap kegiatan penyuluhan dan keterlibatan langsung di lapangan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai karakteristik lahan gambut serta bahaya karhutla yang dapat meluas dengan cepat.