Satgas Pangan Polda Bali Cek Harga Beras di Denpasar, Pedagang Diingatkan Patuhi HET
BALI - Satgas Pangan Polda Bali melakukan pengecekan dan pengawasan harga serta mutu beras di wilayah Kota Denpasar, Bali, Minggu (6/9/2026). Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Kreneng dan UD Sari Limo untuk memastikan harga beras, rantai pasokan, serta ketersediaan pangan tetap terpantau.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan memeriksa harga jual dan harga beli sejumlah jenis beras, mulai dari beras premium, medium hingga beras SPHP. Petugas juga mencatat sumber pasokan beras yang diperdagangkan oleh para pelaku usaha.
Di Toko Kamila, Pasar Tradisional Kreneng, petugas mencatat beras premium merek Putri Sejati ukuran 25 kilogram dijual Rp395.000 per kemasan dengan harga beli Rp390.000 dari Grosir Sari Limo. Kemasan 5 kilogram dijual Rp81.000 dengan harga beli Rp79.750.
Beras Ratu Ayu ukuran 25 kilogram dijual Rp395.000 dengan harga beli Rp390.000. Kemasan 10 kilogram dijual Rp160.000 dengan harga beli Rp158.500, sedangkan kemasan 5 kilogram dijual Rp81.000 dengan harga beli Rp79.750.
Untuk beras Sido Makmur, ukuran 5 kilogram dijual Rp80.000 dengan harga beli Rp78.500, sementara ukuran 10 kilogram dijual Rp159.000 dengan harga beli Rp156.500.
Petugas juga menemukan beras medium merek Nasi Tempong ukuran 25 kilogram yang dijual Rp365.000 dengan harga beli Rp360.000 dari Sumber Pangan. Selain itu, beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual Rp60.000 dengan harga beli Rp55.000 dari Gudang Bulog Sempidi.
Pengecekan kemudian dilanjutkan ke UD Sari Limo. Untuk beras premium Putri Sejati ukuran 25 kilogram tercatat dijual Rp390.000 dengan harga beli Rp386.875 dari CV Sri Ayu Sejati. Kemasan 10 kilogram dijual Rp158.000 dengan harga beli Rp156.750, sedangkan kemasan 5 kilogram dijual Rp79.750.
Beras Ratu Ayu ukuran 25 kilogram dijual Rp390.000 dengan harga beli Rp387.500 dari PT Ratu Makmur Abadi. Kemasan 10 kilogram dijual Rp158.500 dengan harga beli Rp157.000 dan kemasan 5 kilogram Rp79.750 dengan harga beli Rp79.000.
Sementara beras Sido Makmur ukuran 5 kilogram dijual Rp78.000 dengan harga beli Rp77.500 dari CV Sido Makmur. Kemasan 25 kilogram dijual Rp382.500 dengan harga beli Rp380.000.
Untuk beras medium merek Nasi Tempong, ukuran 25 kilogram dijual Rp360.000 dengan harga beli Rp357.500. Kemasan 10 kilogram dijual Rp158.500 dengan harga beli Rp145.000, sedangkan kemasan 5 kilogram dijual Rp73.750 dengan harga beli Rp73.000. Pasokan tersebut tercatat berasal dari PT Ratu Makmur Abadi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi kepada para pedagang agar menjual beras sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan sidak merupakan langkah preventif yang terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Bali.
“Satgas Pangan Polda Bali akan terus melakukan pemantauan secara rutin di pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi pangan. Dari hasil sidak di Pasar Kreneng hari ini, harga kebutuhan pokok terpantau stabil dan stok masih mencukupi kebutuhan masyarakat," ujar Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.
Pengawasan tersebut menjadi bagian dari langkah Satgas Pangan Polda Bali dalam memantau harga dan mutu beras sekaligus menjaga kondisi pasokan pangan agar tetap tersedia bagi masyarakat.