Tiga Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi Tim DVI Polda Kalsel
KALSEL - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Tim DVI Pusdokkes Polri dan Inafis kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 Surabaya–Banjarmasin. Ketiga jenazah yang dievakuasi pada Jumat (18/9/2026) tersebut teridentifikasi sebagai warga asal Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang di pimpin Kabid Humas Polda Kalsel, Kabid Dokter Polda Kalsel, Karumkit Bhayangkara Banjarmasin, Wakapolresta Banjarmasin, Direktur KPLP, PT. Jasa Raharja Cabang Kalsel, dan PT. Jasa Raharja Putera di Aula Rumkit Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (19/9/2026) pukul 13.00 WITA.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Pihaknya bersama Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
"Kami dari Polda Kalsel mengucapkan belasungkawa atas terjadinya kecelakaan laut ini. Tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian," ujarnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS. selaku Ketua DVI mengungkapkan bahwa proses pencocokan data antemortem dan postmortem berhasil mengidentifikasi identitas seluruh jenazah:
- Muhammad Abdiannoor (30), warga Banjarmasin, teridentifikasi melalui ciri medis gigi dan properti.
- Yuli (29), warga Banjarmasin Selatan, teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi dan properti.
- Surya (59), warga Margasari Hulu, teridentifikasi melalui sidik jari dan ciri medis.
Ketiga korban diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan, di mana dua di antaranya merupakan pasangan suami istri dan satu lainnya adalah paman korban. Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung hari ini setelah proses pemandian dan pengafanan selesai dilakukan di Rumkit Bhayangkara Banjarmasin.
Hingga hari ketujuh operasi pencarian dan evakuasi, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 117 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 126 korban lain yang dilaporkan masih hilang.
Sementara itu, pihak Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera memastikan pemenuhan hak santunan bagi para korban, termasuk menanggung biaya pengobatan bagi 21 korban luka yang saat ini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Prosedur penanganan jenazah dan fasilitas pendukung, seperti penyediaan ambulans serta kontainer pendingin, juga telah disiagakan guna mengantisipasi proses evakuasi lanjutan.